Ibarat cacing kepanasan, susah dipegang. Demikian juga dengan perangai muka Bumi disebabkan perubahan iklim akibat pemanasan global. Pola musim hujan dan kemarau pun tak lagi bisa dipegang sebagai patokan para pengambil manfaat ruang permukaan bumi. Tali-temali penyebab terganggunya keseimbangan hubungan antara tanah, air dan iklim kian hari kian rumit terutama manakala kita terpaksa harus berlangganan banjir dan longsor seperti antara lain di sebagian wilayah kabupaten/kota Bogor, Bandung, Bandung Barat, Cimahi dan Garut. Sudah lama para ahli lingkungan di dunia ataupun Indonesia sepakat bahwa murka alam tersebut tergolong kutukan (curse), akibat berkah (blessing) antara lain berupa tanah dan air telah diperlakukan manusia secara salah urus alias sembrono. selengkapnya...