<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Cinta Studi Pembangunan</title>
	<atom:link href="http://hermanhermit.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermanhermit.com</link>
	<description>Wahana pertukaran wawasan Studi Pembangunan (Development Study)</description>
	<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 06:29:48 +0700</pubDate>
	<generator>CMS KOMA v1.00</generator>
	<language>id</language>
	<image>
		<link>http://hermanhermit.com</link>
		<url>http://hermanhermit.com/images/logo.gif</url>
		<title>Cinta Studi Pembangunan</title>
	</image>
	<item>
		<title>Lomba Desain Rumah Tinggal Ala Jepang</title>
		<link>http://hermanhermit.com/article/80022/lomba-desain-rumah-tinggal-ala-jepang.html</link>
		<comments>http://hermanhermit.com/article/80022/lomba-desain-rumah-tinggal-ala-jepang.html</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 07:38:54 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Herman Hermit</dc:creator>
		<category>LOMBA DESAIN RUMAH TINGGAL GAYA JEPANG</category>
		<guid isPermaLink="false">http://hermanhermit.com/article/80022/lomba-desain-rumah-tinggal-ala-jepang.html</guid>
		<description><![CDATA[Lomba hanya diperuntukkan bagi Pelajar SMK Prodi Bangunan dan Mahasiswa/i DIII/S1 Prodi Arsitektur maksimal angkatan tahun 2008. Desain rumah tinggal yang dilombakan menggunakan Autocad atau Archicad atau 3D-max yang dilengkapi dengan animasi sederhana serta gambar bird's eye view. Tiga kandidat pemenang akan diwawancara Juri. Pendaftaran tidak dipungut biaya. Alamat pendaftaran sekaligus penyerahan biodata/identitas, penyerahan karya dan komunikasi via E-mail kepada hermityes@yahoo.com.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hermanhermit.com/rss-comments/</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Mencari Cara Membaca Penyelesaian Mafia Pajak</title>
		<link>http://hermanhermit.com/article/29814/mencari-cara-membaca-penyelesaian-mafia-pajak.html</link>
		<comments>http://hermanhermit.com/article/29814/mencari-cara-membaca-penyelesaian-mafia-pajak.html</comments>
		<pubDate>Thu, 1 Apr 2010 15:02:33 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Herman Hermit</dc:creator>
		<category>Isu-isu Studi Pembangunan</category>
		<guid isPermaLink="false">http://hermanhermit.com/article/29814/mencari-cara-membaca-penyelesaian-mafia-pajak.html</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Herman Hermit (Tribun Jabar, Kamis 1 April 2010, hlm.19)

Sejak bayi dilahirkan hingga orang meninggal dunia, langsung tidak langsung pastilah dia pembayar pajak, sebab popok ataupun kain kafan pastilah dikenakan PPN (pajak pertambahan nilai) yang sebetulnya dibebankan kepaada konsumen (bukan produsen). Begitupun penghasilan bidan yang membantu persalinan si bayi ataupun sopir mobil pengantar jenazah, kemungkinan tak luput dari kewajibannya membayar PPh (pajak penghasilan pribadi) bila penghasilannya melampaui batasan PTKP (penghasilan tidak kena pajak). Alhasil, boleh dikata pajak tidak bisa dihindari oleh jabang bayi yang baru bisa bernafas ataupun orang yang baru menghembuskan nafas terakhir sekalipun.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hermanhermit.com/rss-comments/</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Mencari cara mengubah kutukan jadi berkah: Tanah, air, banjir, longsor</title>
		<link>http://hermanhermit.com/article/27504/mencari-cara-mengubah-kutukan-jadi-berkah-tanah-air-banjir-longsor.html</link>
		<comments>http://hermanhermit.com/article/27504/mencari-cara-mengubah-kutukan-jadi-berkah-tanah-air-banjir-longsor.html</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 13:45:32 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Herman Hermit</dc:creator>
		<category>Tata Ruang</category>
		<guid isPermaLink="false">http://hermanhermit.com/article/27504/mencari-cara-mengubah-kutukan-jadi-berkah-tanah-air-banjir-longsor.html</guid>
		<description><![CDATA[Ibarat cacing kepanasan, susah dipegang. Demikian juga dengan perangai muka Bumi disebabkan perubahan iklim akibat pemanasan global. Pola musim hujan dan kemarau pun tak lagi bisa dipegang sebagai patokan para pengambil manfaat ruang permukaan bumi. Tali-temali penyebab terganggunya keseimbangan hubungan antara tanah, air dan iklim kian hari kian rumit terutama manakala kita terpaksa harus berlangganan banjir dan longsor seperti antara lain di sebagian wilayah kabupaten/kota Bogor, Bandung, Bandung Barat, Cimahi dan Garut. Sudah lama para ahli lingkungan di dunia ataupun Indonesia sepakat bahwa murka alam tersebut tergolong kutukan (curse), akibat berkah (blessing) antara lain berupa tanah dan air telah diperlakukan manusia secara salah urus alias sembrono.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hermanhermit.com/rss-comments/</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Mencari cara realistik mengelola kawasan Gasibu</title>
		<link>http://hermanhermit.com/article/13049/mencari-cara-realistik-mengelola-kawasan-gasibu.html</link>
		<comments>http://hermanhermit.com/article/13049/mencari-cara-realistik-mengelola-kawasan-gasibu.html</comments>
		<pubDate>Thu, 5 Nov 2009 06:43:00 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Herman Hermit</dc:creator>
		<category>Tata Ruang</category>
		<guid isPermaLink="false">http://hermanhermit.com/article/13049/mencari-cara-realistik-mengelola-kawasan-gasibu.html</guid>
		<description><![CDATA[Batasan kawasan Gasibu memang tidak terbatas pada kaveling pusat pemerintahan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, tapi mencakup kawasan sekitarnya hingga Monumen Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jalan Cimandiri dan Jalan-jalan sekitar Gedung sate. Tentu saja status tanah dalam kawasan gasibu menjadi beragam, terutama tanah-tanah hak milik perseorangan, dan ini tidak mungkin dibeli oleh Pemprov Jabar, lagian memang tidak perlu. Tugas Pemprov hanya mendukung secara serius Pemkot Bandung dalam bentuk arahan-arahan perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang beserta kompensasi-kompensasi dana rutin tahunan kepada Pemkot. Itu kalau Pemprov menginginkan Pemkot serius melakukan perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Gasibu sehinga kawasan Gasibu tetap mencitrakan wibawa Gedung Sate.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hermanhermit.com/rss-comments/</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Mencari Cara Mencintai Kota Bandung</title>
		<link>http://hermanhermit.com/article/13048/mencari-cara-mencintai-kota-bandung.html</link>
		<comments>http://hermanhermit.com/article/13048/mencari-cara-mencintai-kota-bandung.html</comments>
		<pubDate>Thu, 5 Nov 2009 06:39:38 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Herman Hermit</dc:creator>
		<category>Tata Ruang</category>
		<guid isPermaLink="false">http://hermanhermit.com/article/13048/mencari-cara-mencintai-kota-bandung.html</guid>
		<description><![CDATA[Kembali ke cinta. Lantas apa hubungannya dengan ekspresi cinta kita kepada kota Bandung sebagai warga kota yang biasa-biasa saja dengan urusan ruh planologis kota Bandung yang masih sakit itu? Ada,  beberapa hal, walaupun tidak tersedia banyak pilihan bagi kita mengenai hal ini.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hermanhermit.com/rss-comments/</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Mencari cara memaknai air dan tanah</title>
		<link>http://hermanhermit.com/article/13047/mencari-cara-memaknai-air-dan-tanah.html</link>
		<comments>http://hermanhermit.com/article/13047/mencari-cara-memaknai-air-dan-tanah.html</comments>
		<pubDate>Thu, 5 Nov 2009 06:35:14 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Herman Hermit</dc:creator>
		<category>Tata Ruang</category>
		<guid isPermaLink="false">http://hermanhermit.com/article/13047/mencari-cara-memaknai-air-dan-tanah.html</guid>
		<description><![CDATA[Secara logika ilmiah ataupun logika sederhana, air hanya mempunyai dua perilaku dasar. Pertama, dia berlarian kesana kemari disebabkan gravitasi, oleh karenanya dalam istilah dunia sanitasi lingkungan ada yang bernama air larian (running water atau run off water).  Kedua, kalau tidak berlarian dia pasti meresapkan diri kedalam tanah, oleh karenanya pula dalam istilah dunia geologi lingkungan ada yang bernama air tanah atau air bawah tanah, yang bersumber dari air permukaan yang meresap kedalam tanah. Tapi apa kaitan urusannya dengan fenomena banjir, banjir dan banjir bahkan di kawasan perkotaan seperti di Bale Endah Bandung pada bulan Desember lalu atau di DKI Jakarta dan daerah-daerah yang dilewati Sungai Bengawan Solo di Jateng dan Jatim belakangan ini? Juga, apa urusannya dengan fenomena kelangkaan air yang parah pada setiap musim kemarau panjang, hingga sumur-sumur dangkal pun mengering,  seperti tahun-tahun kemarin?]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hermanhermit.com/rss-comments/</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Mencari cara membaca defisit Rp 98 Trilyun pada RAPBN 2010</title>
		<link>http://hermanhermit.com/article/13046/mencari-cara-membaca-defisit-rp-98-trilyun-pada-rapbn-2010.html</link>
		<comments>http://hermanhermit.com/article/13046/mencari-cara-membaca-defisit-rp-98-trilyun-pada-rapbn-2010.html</comments>
		<pubDate>Thu, 5 Nov 2009 06:29:25 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Herman Hermit</dc:creator>
		<category>Isu-isu Studi Pembangunan</category>
		<guid isPermaLink="false">http://hermanhermit.com/article/13046/mencari-cara-membaca-defisit-rp-98-trilyun-pada-rapbn-2010.html</guid>
		<description><![CDATA[Merencanakan besar pasak daripada tiang alias merencanakan pengeluaran lebih besar ketimbang pendapatan untuk tahun depan bagi skala rumah tangga perseorangan tentulah tidak baik alias tidak menyehatkan secara ekonomi. Tentu keadaannya akan berbeda dengan ekonomi skala berbangsa dan bernegara, merencanakan defisit alias rencana pengeluaran yang lebih besar ketimbang pendapatan dalam apa yang disebut Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) bisa berpeluang menyehatkan selain bisa sebaliknya yakni menyengsarakan rakyat, tergantung asumsi mengenai harapan rasional yang mendasari RAPBN tersebut. Nah, bagaimana cara kita membaca RAPBN 2010 yang direncanakan sebesar Rp 98 Tril i un atau setara dengan 1,6% dari PDB (Produk Domestik Bruto) sebagaimana kita ketahui dari pidato kenegaraan  ( Nota Keuangan )  Presiden RI pada sidang paripurna   DPR RI tanggal 3 Agustus 2009 baru lalu?]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hermanhermit.com/rss-comments/</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Mencari kado yang pas untuk ITB</title>
		<link>http://hermanhermit.com/article/13045/mencari-kado-yang-pas-untuk-itb.html</link>
		<comments>http://hermanhermit.com/article/13045/mencari-kado-yang-pas-untuk-itb.html</comments>
		<pubDate>Thu, 5 Nov 2009 06:26:45 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Herman Hermit</dc:creator>
		<category>Umum</category>
		<guid isPermaLink="false">http://hermanhermit.com/article/13045/mencari-kado-yang-pas-untuk-itb.html</guid>
		<description><![CDATA[ITB sering dipelesetan oleh para alumninya sendiri sebagai singkatan dari (maaf) Insinyur Takut   Bini kalau bukan Institut Teknologi Berkuda (hanya karena Jalan Ganesha dan sekitarnya sering dijadikan mainan anak-anak menunggang kuda). Tapi juga, ITB tak jarang dipelesetkan oleh sementara alumninya di facebook.com menjadi MIT, yang sejatinya adalah Massachussetts Institute of Technology . Tapi yang dimaksud pelesetan adalah mBandung Institute of Technology. Maksud si pemeleset supaya lebih bergengsi begitu, lho . Maklum, MIT hampir selalu masuk sebagai 10 universitas terbaik dunia, sedangkan ITB (atau universitas lainnya di negeri kita) rasa-rasanya belum pernah sekalipun masuk 100 universitas terbaik dunia.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hermanhermit.com/rss-comments/</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Rumah Kakek (1)</title>
		<link>http://hermanhermit.com/article/13044/rumah-kakek-1.html</link>
		<comments>http://hermanhermit.com/article/13044/rumah-kakek-1.html</comments>
		<pubDate>Thu, 5 Nov 2009 06:20:53 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Herman Hermit</dc:creator>
		<category>Seni</category>
		<guid isPermaLink="false">http://hermanhermit.com/article/13044/rumah-kakek-1.html</guid>
		<description><![CDATA[Karya Herman Hermit. Puisi ini lahir di Pantai Karapyak dan Bagolo Pangandaran (Ciamis) dan terinspirasi oleh kelahiran cucunya Kasabian Ibrahim.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hermanhermit.com/rss-comments/</wfw:commentRss>
	</item>
</channel>
</rss>
